Catatan

Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan...

Selasa, 01 Mei 2012

Sebenarnya

Selama ini, aku adalah orang yang tertinggal. Tertinggal dalam segala-galanya. Dunia dan akhirat. Tapi, bila menoleh ke belakang, tak satu pun jalan itu aku yang pilih. Semua jalan itu, disodorkan padaku. 
Aku seringkali memilih jalan lain, jalan yang kalau gagal pun aku merasa puas karena jalan itu yang kupilih... tapi ujung-ujungnya, mesti aku diarahkan ke jalan yang bukan pilihanku. Akibatnya, akulah orang yang tertinggal.
Saat semua orang telah selesai segalanya, aku masih terombang-ambing. Saat semua orang telah pergi ke tingkat di atasnya, aku masih lagi di tempat lama. Saat semua orang telah mulai memiliki sesuatu, aku masih lagi mencari-cari. Hasilnya, aku kini berada di suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu di mana.

Aku punya cita-cita. Aku punya angan-angan. Tapi setelah sekian lama, cita-cita itu aku rasakan sekadar mimpi yang bila aku bangun dari tidur, pasti akan hilang. Lalu aku mengalah dari mengejar cita-cita.
Aku punya tujuan, tapi sekian lama, tujuan itu hanya merusakkan diriku perlahan-lahan.
Aku dididik kalau aku melempar batu ke pohon, maka pohon itu akan dilempar dengan batu. Apabila aku menabrak pohon dengan mobil, maka mobilku akan remuk. Aku dididik dengan yakin, segala yang terjadi itu adalah karena aku telah melakukan.
Kalau aku belajar bersungguh-sungguh, pasti aku akan berhasil. Pasti, 100%. Tak ada siapapun bisa menghalang. Seakan seluruh dunia ini beredar mengikuti kehendakku.
Tapi ternyata aku salah. Sudah berulang kali aku coba berbuat sesuatu, tetapi sesuatu yang lainlah yang terjadi. Semuanya takkan terjadi tanpa kehendak Allah. Sungguh kita ini tak berdaya. Kita bisa berusaha saja. Setelah itu berdoa agar Allah karuniakan hasil terhadap usaha kita.
Termasuk juga sekarang, aku dibelenggu yang aku tidak dapat melepaskan diri. Aku terikat di dalamnya. Dan diseret ke lobang yang amat dalam. Membuatku jauh mundur ke belakang. Telah berbagai cara kucoba. Sekarang hanya berharap agar Allah karuniakan kasih sayang dan rahmat-Nya untuk memberikanku kemudahan agar dapat memulai hidup baru dan terus berlari mengejar Allah.
Sesungguhnya aku tidak mampu menaqdirkan apa-apa di dalam hidupku hanya dengan usaha. Semuanya bergantung kepada kehendak Allah yang Maha Menguasai alam semesta ini. 

Mutiara Amaly

3 komentar:

  1. karena bukan hanya kita yang ingin "berkendara motor" dengan selamat sekaligus cepat sampai ke tujuan (cita-cita)..
    maka kita yang faqir ilmu membutuhkan "petunjuk" seperti kapan harus berhenti (lampu merah), harus hati-hati (lampu kuning), dan silahkan jalan (lampu hijau)..

    BalasHapus
  2. Smoga sja aku bisa untuk menempuh jalan seperti itu...

    BalasHapus
  3. aamiin.. semangat ya neng.. :)

    BalasHapus