Sejumlah ironi yang terjadi, memberi indikasi jangan buru-buru bangga kita telah merdeka.
Belum lama ini kita dihentak oleh berita seorang murid SMP Negeri 10 Bekasi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Fifi Kusrini (14) nekad menggantung diri karena kemiski- nan yang mendera keluarganya. Ka- barnya Fifi malu menunggak uang rapor, uang gedung dan lain-lain. Tapi yang paling menyakitkan bagi Fifi dan memicu tekadnya untuk bunuh diri adalah ejekan teman-temannya: Fifi anak tukang bubur.
Fragmen Fifi Kusrini, hanyalah satu dari sekian banyak kasus bunuh diri yang belakangan banyak kita dengar. Fenomena yang sangat jelas mengindikasikan keputusasaan masyarakat menghadapi realitas hidup. Anwar Hassan, dosen sosiologi FISIP UI menyebut fenomena bunuh diri sebagai kondisi anomi di mana seseorang tak lagi memiliki pegangan dan harapan. Orang tak lagi percaya pada hukum dan manusia lain, sehingga ada perasaan terisolir dari masyarakat.




